Saya ingin berbagi pengalaman dan hikmah nih samapembaca sekalian..
mohon dibaca dengan seksama yahh..
Waktu baru keluar dan heboh hebohnya film Innocence of Muslim, saya sempat membaca sebuah artikel yang dibuat oleh orang beragama islam juga, yang jelas saya ingat beberapa kalimat yang dia tulis waktu itu.
dia bilang begini:
"Jadi orang jangan terlalu fanatik. jangan hanya karena sebuah film, kalian langsung bertindak anarkis. kalau kita lihat sejarah, banyak juga film-film yang menghina agama lain. Misalnya film ....(saya lupa nama film nya) yg menghina agama kristen. dan masih banyak film lainnya."
terus dia bilang "saya juga muslim, tapi apakah salah kalau saya menganggap kita yg terpancing amarahnya karena film itu adalah fanatik."
Yang jelas isinya dia tidak menolak adanya film itu dan tidak setuju film itu dihapuskan.
waktu itu saya juga hampir membenarkan argumen dia. Karena saya juga pernah menonton film yang menghina agama lain. Tapi baru-baru ini saya sempat berfikir dan menanggapi masalah itu kembali.
Saya terinspirasi dari kisah Bujang dalam novel Bujang dan Jendral Portugis yang menjawab argumen orang lain dengan hikmah-hikmah..
buat pembaca sekalian, coba deh simak jawaban apa yg ingin saya sampaikan melalui cerita bujang. (cerita yang saya buat ini tidak ada di dalam Novel Bujang lho.. heheheheh)
"Hikmah Kotoran"
Suatu hari di media massa terutama facebook, sedang ramai-ramainya orang membahas masalah film innocence of Muslim yang notabenenya menghina agama islam. Si Bujang yang sedang asik main facebook (heheheh bujang punya facebook leee..) melihat seseorang mengepost tanggapannya terhadap film itu dan juga tanggapannya terhadap ummat muslim. Sebut saja namanya Jack.
"Jadi ummat jangan terlalu fanatik. jangan hanya karena film, kalian bertindak anarkis. Banyak juga film yang menghina agama kristen, tapi mereka tidak pernah anarkis. Dasar bodoh!". begitu lah yang di postkannya.
hanya sekejap saja status itu di post-kan, langsung melesat komentar teman-temannya. Ada yang menyetujui argumennya, dan ada juga yang tidak setuju, bahkan mengecam dan mengatai si Jack bukan ummat muslim. Adu komentar pun tidak terelakkan
Si Bujang yang membaca statusdan komentar tersebut tampak senyum-senyum sendirian
Bujang yang membaca status tersebut langsung menjawab "Mas Jack, saya boleh bertanya?"
"Boleh, silahkan" jawab jack dengan santun.
"Apakah baju anda pernah terkena kotoran?"
"Pernah, memangnya kenapa?"
"Apa yang anda lakukan ketika anda tahu bahwa baju anda terkena kotoran?"
"Tentu aku tidak membiarkannya terlalu lama. Aku segera membersihkannya"
"hmmm. Bagaimana jika saat anda ingin membersihkannya, ada yang melarang dan menyuruh agar tidak menghilangkan kotoran tersebut?"
"Aku tidak akan mendengarkan apa yang dikatakan mereka. Aku tetap membersihkannya"
"Bagaimana jika ketika anda membersihkannya, anda dibilang sebagai orang bodoh?"
"Pertanyaan macam apa ini. Mana mungkin ada orang mengatai orang lain yang ingin membersihkan kotoran dengan sebutan bodoh. Tapi yang mengatakan itulah yang sebenarnya bodoh."
"Kenapa anda katakan demikian?" tanya Bujang
"Ya jelaslah. Yang namanya kotoran itu harus dibersihkan. Karena itu akan membuat orang merasa tidak suka dengan kita. Hanya orang gila yang melarang kita untuk membersihkan kotoran tersebut, Dasar Bodoh!" jawab Jack rada emosi.
"kalau ada orang seperti itu, bagaimana?"
"Aku menyebutnya orang gila. Memangnya siapa orang yang seperti itu?"tanya Jack penasaran.
"Anda" jawab Bujang.
"Maksud anda?"tanya Jack
"Anda mengatakan orang yang ingin menghapuskan film innocence of Muslim sebagai orang bodoh"
"Ya"
"Berarti anda adalah Orang gila yang melarang orang Membersihkan Kotoran" jawab bujang
"Apa Hubungannya?"
"Ummat muslim yang menuntut film itu dihapuskan diibaratkan orang yang hendak menghapuskan kotoran, dan film itu adalah kotorannya. dan Anda lah orang Gila yang mengatakan ummat islam itu bodoh."
"Mengapa kau katakan demikian?"tanya Jack.
"Ya jelaslah. Yang namanya film seperti itu harus dihapuskan. Karena itu akan membuat orang merasa tidak senang dengan Islam. Hanya orang gila yang melarang kita untuk menghapuskan film tersebut, Dasar Bodoh!."jawab Bujang.
Si Jack pun tercengang dan tidak membalas komentar Bujang. Ia tidak bisa membantah perkataan bujang. Karena perkataan Bujang adalah perkataannya. jika dia membantah, maka berarti dia membantah pernyataannya sendiri.
****
Sekilan lah ceritanya. semoga bisa kita ambil hikmahnya..
maaf kalau ceritanya kurang menarik.
saya masih dalam tahap belajar.
^_^
bagus dek...
BalasHapuslanjutkan
:)
nice blog :)
BalasHapus